Jumat, 10 Agustus 2012


Kamis, 09 Agustus 2012

Lirik Lagu Mars Mahasiswa

Mars Mahasiswa
Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpang jalan
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

TATA TERTIB KEHIDUPAN MAHASISWA

Untuk tata tertib mahasiswa UNS ada di halaman ini. Silahkan di download!!!
http://osmarufisipuns2012.wordpress.com/?s=tata+tertib+mahasiswa+UNS

TEMA OSMARU FISIP UNS 2012

Bersama FISIP: Membangun Mahasiswa Produktif dan Berwawasan Wirausaha
Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran besar dalam membawa kemajuan di negeri ini. Bung Karno pernah berkata, “Beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengubah dunia”. Pernyataan itu memang bukan semata-mata kalimat hiperbolis yang tidak sesuai dengan realita. Pada kenyataannya, sejarah menorehkan bahwa kaum mahasiswalah yang ikut berperan membuat perubahan di negeri ini. Kaum mahasiswalah yang gencar menyuarakan kritik dan ide mereka demi mewujudkan cita-cita bangsa. Namun, realita ketika jaman perang kemerdekaan memang jauh berbeda dengan apa yang kita hadapi di masa kini. Lalu, apa yang bisa dilakukan mahasiswa saat ini selain menimba ilmu?
Memiliki kecakapan di bidang akademis memang menjadi kewajiban mahasiswa sebagai insan cendekia. Namun, pengetahuan dan ilmu saja tidak cukup untuk mengubah dunia ini. Indeks Prestasi (IP) yang tinggi tidak akan ada gunanya ketika tidak diimbangi dengan produktivitas diri. IP hanyalah “hitam di atas putih”, lebih dari itu, soft skill adalah sesuatu yang lebih penting untuk ditunjukkan dalam praktiknya. IP tinggi tidak akan ada artinya jika sebagai mahasiswa kita tidak berkontribusi apa-apa untuk kehidupan sekitar kita.
Sebagai mahasiswa, kita dituntut agar menjadi insan yang produktif. Produktif bukan hanya persoalan memperoleh IP cumlaude atau menjadi aktivis di kampus. Lebih dari itu, produktif harus dipahami sebagai tindakan yang menghasilkan, berguna, dan bermanfaat. Tentunya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga kepentingan masyarakat. Tidak ada gunanya IP tinggi jika hanya menjadi “mahasiswa kupu-kupu” (kuliah pulang, kuliah pulang) yang apatis dengan kehidupan sekitar.
Sebagai mahasiswa FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), kita dituntut untuk lebih peduli dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Sebagai mahasiswa, kita tidak hanya diarahkan untuk menjadi insan yang terdidik, terlatih, dan siap kerja, melainkan juga dituntut untuk peduli dengan persoalan yang dihadapi bangsa, salah satunya adalah memberantas pengangguran dan kemiskinan. Karenanya, sebagai mahasiswa kita harus berwawasan wirausaha. Berwawasan wirausaha berarti memiliki visi ke depan dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Jiwa wirausaha juga erat dengan disiplin dan dedikasi yang tinggi. Wirausaha juga harus melayani dengan sepenuh hati dan jujur dalam menjalankan usahanya. Apa yang harus ada dalam diri seorang wirausaha tersebut sesuai dengan budaya kerja UNS ACTIVE, yaitu Achievement Orientation (Orientasi Berprestasi), Customer Satisfaction (Kepuasan Pengguna Jasa), Teamwork (Kerjasama), Integrity (Integritas), Visionary (Visioner), dan Entrepreneurship (Kewirausahaan).
Berangkat dari situ, maka OSMARU FISIP 2012 yang bertajuk “Bersama FISIP: Membangun Mahasiswa yang Produktif dan Berwawasan Wirausaha” bermaksud untuk memperkenalkan sekaligus memberikan pemahaman akan budaya kerja UNS ACTIVE. Dengan mengangkat tema yang merujuk pada budaya kerja UNS ACTIVE, kegiatan OSMARU FISIP 2012 ini diharapkan dapat menanamkan budaya kerja UNS ACTIVE untuk mewujudkan mahasiswa yang produktif dan berwawasan wirausaha sehingga mahasiswa dapat melihat peluang untuk mengentaskan isu dan permasalahan bangsa.


Setia pada Satu Pilihan
Namaku Rina. Aku adalah seorang mahasiswi jurusan ilmu komunikasi di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ketika Aku harus mengingat bagaimana jerih payahku untuk bisa masuk di jurusan ilmu komunikasi itu sangatlah tidak mudah. Begitu banyak pengorbanan, hambatan, dan tentangan dari berbagai pihak. Oke sobat, Aku akan berusaha mengulang kembali
Semuanya berawal dari waktu Aku sudah kelas 3 SMA dan sudah memasuki detik-detik Ujian Nasional. Seharusnya, dalam waktu sesingkat itu Aku sudah harus punya bayangan atau rencana tentang jurusan apa yang harus kupilih dan universitas mana yang harus aku pilih. Akan tetapi, pada kenyataannya aku belum tahu. Sama sekali belum tahu. Sementara itu, Aku melihat teman-temanku sudah mempersiapkan rencana yang begitu matang tentang itu semua.
Akhirnya, pada suatu ketika aku memutuskan untuk pergi ke ruang BK dan mengkonsultasikan semua permasalahan tentang rencana belajarku selanjutnya.
“Assalamu’alaikum, Bu.”
“Wa’alaikumsalam, Rin. Ayo masuk. Duduk sini aja.” kata Bu Yustin salah satu guru BK di sekolahku
“Ada apa kamu kesini. Tumben banget.”
“Hehe, iya, Bu. Sebenarnya saya kesini ingin menanyakan sesuatu.
“Sesuatu apa?”
“Begini, Bu, sampai sekarang saya masih belum tahu bagaimana rencana kuliah saya. Saya masih bingung harus mengambil jurusan apa dan universitas mana yang harus saya pilih. Saya takut, kalau nanti mendekati pendaftaran SNMPTN undangan dan SNMPTN tulis saya masih belum menetukan apa-apa.”
“Oh begitu. Sekarang saya mau tanya. Menurutmu bakat kamu apa?”
“Hmmmm. Yang jelas saya suka terhadap hal-hal yang berhubungan dengan public speaking, Bu. Saya suka mempelajari bagaimana menjadi public speaker yang baik.”
“Kalau begitu, saya sarankan kamu mengambil jurusan ilmu komunikasi.”
“Komunikasi? Kenapa Ibu menyarankan saya untuk mengambil jurusan itu?”
“Ya, Rin. Karena Ibu merasa kamu cocok dengan jurusan itu. Oh ya, tapi ada satu hal yang harus kamu tahu bahwa ilmu komunikasi itu jurusan IPS sedangkan kamu adalah anak IPA.Kalau kamu ingin mengambil jurusan itu, kamu harus benar-benar mempelajari pelajaran IPS.”
“Oh begitu. Lalu bagaimana dengan universitasnya, Bu?”
“Kamu bisa pilih Universitas Airlangga atau Universitas Gajah Mada. Itu sama-sama bagusnya kok. Cuma kalau boleh Ibu berpendapat, jangan terlalu berambisi terhadap universitas yang bagus. Soalnya, semakin bagus universitas maka saingan kamu juga akan lebih berat. Oleh karena itu, Ibu menyarankan kalau kamu sudah merasa cocok dengan jurusan yang kamu ambil, maka kalaupun kamu tidak diterima di universitas yang bagus kamu harus tetap pertahankan jurusan yang kamu pilih itu. Karena, meskipun kamu diterima di universitas yang bagus, tapi kamu tidak merasa cocok dengan jurusan yang kamu pilih, itu semua akan sia-sia saja. Percayalah, banyak orang sukses yang lahir bukan semata-mata karena universitasnya, tetapi karena mereka benar-benar mencintai jurusan yang mereka pilih.”
“Baiklah, Bu. Semoga saja dengan penggambaran yang sejelas ini, saya bisa menetukan mana yang terbaik untuk masa depan saya.”
“Iya, Rin. Amin. Semoga kamu diberikan yang terbaik.”
“Amin, Bu.”
Setelah mendapatkan penggambaran dari Bu Yustin tadi, Aku merasa ada secercah harapan yang timbul di dalam diriku sendiri. “Semoga saja, ini adalah petunjuk untuk mengarahkanku menuju masa depan yang terbaik.” do’aku dalam hati
…………
Pendaftaran SNMPTN undangan sudah mulai dibuka. Dan Aku merasa bahwa keyakinanku untuk memilih jurusan komunikasi sudah semakin mantap. Akhirnya, dengan bekal keyakinan itulah Aku memutuskan untuk memilih jurusan komunikasi di Universitas Gajah Mada dan Universitas Airlangga.
………….
Waktu berlalu begitu lama, hingga akhirnya pengumuman SNMPTN undangan itu telah tiba. Akan tetapi, setelah diketahui hasilnya, semuanya nihil. Ya, Aku dinyatakan GAGAL.
Sejujurnya, walaupun banyak orang yang bilang supaya jangan terlalu berharap pada SNMPTN undangan, akan tetapi pada kenyataanya Aku sudah terlanjur mengharapkan itu. Akhirnya, karena harapan yang terlalu besar itulah, waktu dinyatakan GAGAL, Aku merasa diriku benar-benar terpuruk. Aku menangis, menangis, dan menangis, hingga waktu itu Aku tidak sanggup untuk berucap apa-apa.
Ketika mendengar banyak teman-teman yang sudah dinyatakan berhasil dalam SNMPTN undangan, Aku mersa senang sekaligus mersa kecewa dengan diriku sendiri. Aku merasa iri dengan mereka. Mereka begitu beruntung.
Banyak dorongan dan motivasi yang diberikan oleh orang-orang disekelilingku. Mulai dari teman, keluarga, hingga guru-guruku. Mereka mengatakan bahwa masih banyak jalan di depan sana jika kamu mau berusaha untuk mencarinya.
Berkat dorongan dan motivasi itulah, Aku merasa Aku harus bangkit dari semua keterpurukan ini dan mulai mengejar semua keberhasilanku yang tertunda.
………….
Akhirnya, jika SNMPTN undangan gagal, maka Aku harus ikut SNMPTN tulis. Begitu berat. Karena, Aku sama sekali tidak tahu apa-apa tentang pelajaran IPS. Ditambah lagi waktu yang tersisa sangatlah singkat. Aku merasa sangatlah tidak cukup untuk mempeljari pelajaran yang begitu banyaknya dalam waktu sesingkat itu. Akan tetapi, walaupun berat, Aku harus mencobanya.
Dengan jurusan yang masih sama saat SNMPTN undangan dan dengan universitas yang sama pula, Aku mulai mencoba.
………….
Setelah lama menunggu hampir 1 bulan, akhirnya pengumuman SNMPTN tulis tiba. Setelah diketahui hasilnya, Aku benar-benar merasa terpuruk untuk yang kedua kalinya. Yang ini, mungkin adalah yang paling buruk. Karena, SNMPTN tulis adalah harapanku satu-satunya.
Waktu itu, Aku merasa benar-benar menjadi orang yang tidak beruntung. Aku dinyatakan GAGAL untuk yang kedua kalinya. Perasaanku campur aduk antara sedih, kecewa, malu, semuanya bergabung menjadi satu. Sungguh menyedihkan
Sejak itu, Aku merasa harapanku untuk bisa kuliah sudah mulai sirna. Aku tidak tahu lagi bagaimana harus melangkah.
…………….
Karena SNMPTN undangan dan tulis sudah gagal, otomatis AKu harus menempuh jalur mandiri yang tentunya biayanya tidaklah murah. Semuanya membutuhkan dana yang besar. Tapi mau bagaimana lagi. Hanya jalan ini yang bisa Aku harapkan sekarang.
Akhirnya, Aku mendaftarkan diri di Universitas Sebelas Maret jalur swadana. Aku tetap setia memilih jurusan komunikasi . Akan tetapi, ketika memilih jurusan ini, orang tuaku sedikit keberatan. Karena,ketika memilih jurusan itu, aku mengalami banyak hambatan. Jurusan komunikasi memang banyak sekali peminatnya, dan greatnya pun sangatlah tinggi.
Karena jalur swadana ini adalah harapan satu-satunya, maka orang tuaku menyarankanku untuk memilih jurusan selain komunikasi yang peminatnya lebih sedikit dan peluang masuknya lebih besar. Akan tetapi, Aku tetap bersikeras dengan jurusan itu. Karena, Aku takut jika nanti Aku diterima di jurusan yang bukan komunikasi, Aku akan merasa tersiksa.
Dengan bekal nekat, akhirnya Aku tetap memilih jurusan komunikasi. Walaupun, mendapat banyak tentangan, Aku tidak peduli.
………….
Waktu pengumuman pun tiba. Akhirnya Allah menjawab do’aku selama ini. Aku begitu bahagia dan bersyukur telah diterima di Universitas Sebelas Maret melalui jalur swadana ini.
Dengan bekal kesetiaanku pada komunikasi dan dengan bekal kesabaranku selama ini, semua air mata, dan semua pengorbanan yang telah Aku lakukan akhirnya terbalas sudah. Aku memang tidak punya bekal apa-apa tentang pelajaran IPS, tapi setidaknya aku punya bekal kemauan dan kesetiaan untuk tetap memilih jurusan komunikasi. Hanya itulah bekalku dan hanya itulah yang bisa kuperjuangkan.




Sabtu, 11 Februari 2012

Nasehat Bijak


10 NASEHAT BIJAK EINSTEIN TENTANG HIDUP SUKSES
Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein.

Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat.

1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda
"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."

Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan.



2. Tekun itu Tak Ternilai
"Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."

Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.



3. Fokus pada saat ini.
"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."

Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun.

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus.

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'.

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.



4. Imaginasi adalah kekuatan
"Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."

Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan!

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan.

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan.



5. Buat Kesalahan
"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."

Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN.

Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda.



6. Hidup pada saat ini
"Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi."

Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik.

Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok.



7. Hargai diri Anda
"Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."

Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda.

Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya.



8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda
"Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."

Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang.

Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu.

Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi si gadis?



9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman
"Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."

Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi.

Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak.

Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana.



10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik
"Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."

Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya.

Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda

Sumber :
kaskus.us

Sabtu, 04 Februari 2012

Renungan

www.apakabardunia.com 

Sebuah Renungan Bagi Kita Semua

Aku mempunyai pasangan hidup...

Saat senang aku cari pasanganku

Saat sedih aku cari orang tua


Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku

Saat gagal aku ceritakan pada bapak


Saat bahagia aku peluk erat pasanganku

Saat sedih aku peluk erat ibuku


Saat liburan aku bawa pasanganku

Saat aku sibuk, anak kuantar ke rumah bapak


Saat sambut valentine, selalu beri hadiah pada pasangan.

Saat sambut hari ibu, aku cuma ucapkan "Selamat Hari ibu"


Selalu aku ingat pasanganku

Selalu ibu yang ingat aku


Setiap saat aku akan telpon pasanganku

Kalau inget aku akan telpon orang tuaku


Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku

Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu


Renungan untuk kita semua:
Yang diinginkan orang tua dari anaknya bukanlah harta atau materi. Tapi yang diinginkan oleh orang tua adalah KASIH SAYANG. Bagi mereka KASIH SAYANG dari seorang anak sudah lebih dari cukup daripada uang triliunan rupiah.
Keinginan orang tua terhadap anaknya bukanlah supaya dia menjadi seorang profesor, atau seorang insinyur, atau bahkan seorang presiden.  Tapi yang diinginkan orang tua adalah supaya anaknya menjadi anak yang berbakti. Itu saja.
Buat apa kita mempunyai pangkat yang tinggi dan kekuasaan yang besar, jika itu hanya merupakan jalan menuju kedurhakaan kepada orang tua.
Buat apa memiliki harta yang banyak dan materi yang berlimpah, jika itu hanya merupakan alat untuk membuat kita lupa akan pengorbanan yang telah diberikan orang tua kepada kita.
Oleh karena itu sobat, mulai hari ini marilah kita buat orang tua kita bahagia, membuat mereka bangga dengan usaha terbaik yang pernah kita lakukan.

Template by:

Free Blog Templates