Minggu, 25 Agustus 2013




Pendidikan Seks Berbasis Gender






Rangkuman:
Remaja merupakan generasi penerus bangsa. Mereka diharapkan menjadi agent of social change yang mampu merubah nasib bangsa. Di sisi lain, dewasa ini perilaku remaja semakin terdegradasi. Hal ini dibuktikan dengan maraknya perilaku seks bebas di kalangan remaja. Kondisi ini pada akhirnya menimbulkan berbagai dampak negatif.
Sejauh ini konsep pendidikan seks yang ada di dalam sekolah formal adalah disampaikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran agama dan biologi. Materi disampaikan secara konservatif dan dalam ruang yang sama antara siswa putra dan putri. Akibatnya banyak siswa, termasuk siswa putri yang malu untuk mengekplore pemahaman mereka terkait kesehatan reproduksi. Kondisi tersebut menyebabkan subtansi dan esensi pendidikan seks justru tidak tersampaikan secara optimal.
Oleh sebab itu untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dirumuskan kembali model pendidikan seks yang relevan untuk remaja. Salah satu alternatif model pendidikan seks yang relevan adalah pendidikan seks berbasis gender. Model ini sebagai upaya memperhatikan bahwa sesungguhnya remaja putra dan putri memiliki kebutuhan berbeda, termasuk dalam cara  mendapatkan informasi terkait kesehatan reproduksi.

Remaja merupakan tumpuan masa depan. Mereka diharapkan dapat menjadi generasi penerus serta agent of social change yang mampu merubah nasib bangsa di masa depan. Demikian pula dengan Indonesia, negeri ini berharap besar pada remaja-remajanya untuk menyelesaikan serta melakukan perbaikan atas berbagai persoalan yang terjadi. Indonesia cukup beruntung karena menurut BPS (2010) jumlah remaja Indonesia mencapai 63 juta jiwa, dengan rincian sebanyak 37,55 juta adalah remaja 25,45 adalah remaja putri. Jumlah tersebut bila dioptimalkan dengan baik, maka mereka diproyeksikan akan menjadi aset negara menuju kemakmuran Indonesia di tahun 2020 mendatang.
Namun realitanya, dewasa ini remaja Indonesia menghadapi persoalan yang serius. Perilaku seks bebas di kalangan remaja semakin menggejolak. Berdasarkan survei Komnas Perlindungan Anak yang dilakukan di 33 provinsi pada tahun 2008 ditemukan bahwa remaja SMP dan SMA yang pernah berciuman, melakukan masturbasi, dan oral seks  mencapai 93,7%, remaja SMP yang tidak perawan sebanyak 62,7%, serta remaja yang mengaku pernah aborsi sebesar 21,2%. Perilaku seks bebas yang semakin mengkhawatirkan ini menyebabkan banyaknya kasus kehamilan di luar nikah, aborsi, bahkan serangan penyakit seksual seperti HIV dan AIDS  di kalangan remaja.
Perilaku seks bebas di kalangan remaja ini tidak lagi memandang batas-batas sosial dan wilayah. Melalui hal-hal kecil semacam budaya “pacaran” yang hanya sekedar bertemu hingga mengarah pada berhubungan seks sejak usia dini, menjadikan remaja baik dari keluarga dengan tingkat sosial menengah ke atas, maupun menengah ke bawah berpeluang melakukan tindakan seks bebas. Remaja diperkotaan dengan akses pendidikan dan informasi lebih baik, serta remaja pedesaan dengan kontrol sosial lebih ketat ternyata sama-sama menjadi pelaku maupun korban dari seks bebas.
Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius, sebab dampak destruktif mengancam masa depan remaja. Hal ini disebabkan karena dari sisi fisik, psikologis, maupaun sosial budaya, perilaku seks bebas selalu menimbulkan efek kurang baik. Oleh sebab itu remaja yang terjerumus ke dalam perilaku seks bebas, banyak yang merasa dirugikan karena tidak dapat menikmati hak-hak sebagaimana remaja semestinya.
Salah satu upaya yang harus dilaksanakan adalah dengan mengatasi faktor-faktor yang berkontribusi menjadi penyebab terjadinya perilaku seks bebas di kalangan remaja. Dari penelitian Chronika (2011) setidaknya ada empat faktor yang menyebabkan remaja cenderung terjerumus ke dalam seks bebas. Dari empat faktor tersebut dapat di analisis sebagai berikut:

1.                                                     1. Nilai-nilai sosial budaya di masyarakat yang semakin longgar
Fenomena menarik di negeri ini adalah adanya pergeseran norma sosial dalam masyarakat dari tradisional-konservatif menjadi lebih permisif. Masyarakat cenderung apatis terhadap fenomena-fenomena sosial. Masyarakat semakin sibuk dengan kepentingan pribadinya sehingga cenderung mengabaikan nilai-nilai kepedulian sosial. Hal ini mendorong masyarakat, termasuk remaja, lebih permisif terhadap tindakan negatif seperti halnya kecenderungan pergaulan yang semakin bebas antara pria dan wanita dalam masyarakat.
Rendahnya tingkat kepedulian masyarakat terhadapat pergaulan pria dan wanita ini juga mengakibatkan pembiasaan terhadap budaya pacaran. Padahal dahulu prosesi pacaran dianggap sebagai suatu hal yang tabu dan bahkan sangat dilarang karena tidak sejalan dengan nilai dan norma khususnya dalam pandangan agama yang pada saat itu sifatnya sangat mengikat kuat terhadap masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa budaya pacaran merupakan hal biasa yang dilakukan remaja. Tidak heran bila kini remaja mulai berpacaran sejak berusia 12 tahun.
2.                                                     2. Perkembangan teknologi dan informasi
Kecenderungan perilaku seks bebas semakin meningkat oleh karena adanya penyebaran informasi dan rangsangan seksual melalui media massa yang dengan adanya tekhnologi yang semakin berkembang. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa yang dilihat atau didengarnya dari media massa.
Internet sebagai salah satu media yang untuk mengakses informasi menjadi salah satu media favorit untuk mengakses informasi terkait seks. Oleh sebab itu pengguna internet di Indonesia yang menggunakan keyword “seks” untuk melakukan searching sangat banyak
3. Pendidikan seks dalam keluarga yang belum maksimal
Faktor bimbingan dan pola asuh dari orang tua di rumah yang tidak peduli atau tidak terbuka untuk membicarakan masalah seks pada anaknya juga menjadi faktor penyebab maraknya perilaku seks bebas di kalangan remaja. Pada umumnya, orang tua baik karena ketidaktahuannya maupun karena sikapnya yang masih mentabukan pembicaraan mengenai seks menjadi tidak terbuka kepada anak. Hal ini cenderung membuat jarak pada anak tentang masalah seks.
Selain itu, sekarang ini keluarga yang berada di kota cenderung lemah dalam upaya pengawasan terhadap putra-putri mereka. Sudah merupakan suatu pola kehidupan yang wajar dimana ayah dan ibu bekerja. Hal tersebut seringkali mengakibatkan kehidupan anak-anak mereka kurang mendapatkan pengawasan dan memiliki kebebasan yang terlalu besar. Bila pengawasan kurang, maka bisa dipastikan bahwa pendidikan seks pun akan sangat minim mereka dapatkan.
               4.      Tidak adanya kebijkan pemerintah dalam bidang pendidikan yang benar-benar efektif untuk mencegah perilaku seks bebas di kalangan remaja.
Sejauh ini Informasi seks dan reproduksi yang sehat hanya diperkenalkan dalam mata pelajaran Biologi SMP dan SMU, sedangkan budaya dan nilai seks dapat diajarkan oleh guru agama (Lisminingsih & Djuniawati, 2009). Pengintegrasian pendidikan seks pada mata pelajaran Biologi dan Agama ternyata tidak begitu efektif. Cara penyampaiannya pun cenderung konservatif dan disatukan antara siswa putra dan putri. Hal ini menyebabkan siswa kurang tertarik serta malu untuk meng-explore pemahaman tentang kesehatan reproduksi secara mendalam.

A.    Analisis Pilihan Alternatif
Faktor keluarga, lingkungan, dan teknologi informasi merupakan faktor yang cukup sulit untuk di atasi tanpa adanya komitmen dari semua pihak. Sedangkan faktor terakhir berupa pendidikan seks dalam sekolah formal merupakan satu faktor penyebab yang paling mudah di atasi karena hanya membutuhkan komitmen satu pihak, yaitu policy maker dalam bidang pendidikan. Melalui kebijakan pendidikan yang mereka buat, sekolah dapat mengimplementasikan konsep pendidikan seks yang paling relevan untuk siswa. Namun sebelum kebijakan tersebut dibuat, terlebih dahulu dirumuskan konsep-konsep pendidikan seks yang baik.
Kebijakan pendidikan yang memperhatikan gender sesungguhnya telah dijamin dalam undang-undang. Menurut Nurhaeni (2008), melalui UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 4 Ayat 1 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Sedangkan kesehatan reproduksi sebagai bagian dari kesahatan secara umum juga merupakan hak laki-laki dan perempuan (Jurnal Perempuan, 2007). Oleh sebab itu, permasalahan-permasalahan yang selama ini terjadi dalam dunia pendidikan yang tidak memperhatikan gender (hak laki-laki dan perempuan) harus segera di atasi karena sesungguhnya telah dijamin dalam undang-undang.
Alternatif terbaik untuk mengatasi konsep pendidikan seks yang kurang relevan selama ini adalah dengan merumuskan konsep pendidikan seks yang berbasis gender. Konsep ini sebagai upaya untuk memperhatikan bahwa sesungguhnya remaja putra dan putri memiliki kebutuhan berbeda, termasuk dalam cara  mendapatkan informasi terkait kesehatan reproduksi. Oleh sebab itu, dengan memperhatikan gender maka proses transfer pengetahuan terkait kesehatan reproduksi ini dapat dilakukan secara terpisah antara remaja putra dan putri sebagai upaya memperhatikan laki-laki dan perempuan memiliki kebutuhan berbeda. Upaya ini disebut sebagai pendidikan seks berbasis gender.
Bentuk-bentuk pendidikan seks berbasis gender yang dapat dilakukan:
1.      Pendidikan Seks Terintegrasi ke dalam pelajaran Biologi dan agama Islam
Mata pelajaran SMA yang cenderung padat tidak memungkinkan menjadikan pendidikan seks sebagai mata pelajaran mandiri. Jadi pendidikan seks tetap diintegrasikan ke dalam mata pelajaran biologi dan agama. Hanya saja pada bab ini perlu dilakukan pemisahan kelas antara siswa putra dan putri agar masing-masing mereka dapat mengeksplore pemahaman akan kesehatan reproduksi lebih mendalam. Harapannya pesan dapat tersampaikan dengan baik.
Kelebihan: Kelebihan model ini adalah siswa tidak perlu menambah waktu belajar di sekolah karena materi disampaikan secara terintegrasi ke dalam mata pelajaran biologi dan pendidikan agama islam.
Kelemahan: Kelemahan model ini adalah penyampaian materi tentang kesehatan reproduksi yang menjadi substansi pendidikan seks tidak dapat disampaikan secara komprehensif. Karena sebagaimana pada mata pelajaran sekolah pada umumnya, materi di sampaikan per bab dengan tema yang berbeda. Otomatis kesehatan reproduksi hanya akan disampaikan pada satu atau dua bab yang khusus membahas itu, dimungkinkan waktu-waktu tersebut tidak mencukupi.
2.      Peer group
Masa remaja adalah masa-masa transisi. Pada masa ini komunikasi dengan remaja merupakan persoalan yang sulit. Pentingnya peer group adalah agar penyampai materi merupakan teman sebaya yang lebih paham dalam bentuk sharing. Siswa putra akan membentuk peer group sesama putra, siswa putri akan membentuk peer group dengan putri. Salah satu di antara teman mereka yang paling paham dapat menjadi mentornya. Oleh sebab itu untuk melaksanakan pendidikan yang demikian perlu adanya pelatihan sebelumnya terhadap beberapa siswa yang akan menjadi coach dalam peer group.
Kelebihan:  Materi akan lebih mudah diterima karena disampaikan oleh sesama teman sebaya. Proses pembelajaran yang berlangsung akan lebih menarik karena dikondisikan sesuai dengan kebutuhan mereka sebagai seorang remaja.
  Kelemahan: Karena anggota peer group adalah teman sebaya maka dimungkinkan  kapasitas, kapabilitas, bahkan penguasaan mereka tentang materi pendidikan belum optimal. Sehingga subtansi dan tujuan utama dari pendidikan seks bisa saja tidak terwujud.
Model-model di atas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemerintah dapat memilih model yang paling memungkinkan untuk diterapkan di sekolah, atau dapat juga sekolah sendiri yang memilih model. Namun demikian pendidikan seks yang memperhatikan gender perlu dilakukan. Perempuan sebagai penerima akibat terburuk dari perilaku seks bebas harus mendapat informasi sebaik-baiknya. Dengan menerapkan pendidikan seks yang berbasis gender ini diharapkan perempuan atau remaja putri memiliki pemahaman lebih, sehingga tidak menjadi pelaku maupun korban dari seks bebas.
Selain itu, menerapkan kebijakan pendidikan seks yang relevan merupakan suatu urgensi untuk masa depan bangsa. Karena kesehatan reproduksi dan segala aspeknya merupakan dasar dan awal dari proses pengembangan sumber daya manusia yang sangat menentukan bagaimana kualitas dari sumber daya manusia itu sendiri di masa mendatang.

Daftar Pustaka:
BPS. 2010. Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas menurut Provinsi, Jenis Kelamin, dan Status Perkawinan, 2009-2011 di akses dari bps.go.id  pada tanggal 18 Februari 2013.
Ismi Dwi Astuti Nurhaeni. 2008. Reformasi Kebijakan Pendidikan. Surakarta: LPP dan UNS Press.
Kartono Mohamad. 2007. Jurnal Perempuan. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.
Lisminingsih, Ratna Djuniawati, 2006. Peranan Guru dalam Perkembangan Sikap dan Perilaku Seksual Remaja. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budi Utomo. Pusat Pengabdian kepada Masyarakat.
Roy Chronika. 2011. Makna Seks Bebas Bagi Pelajar SMP di Kota Padang. di akses dari http://repository.unand.ac.id  pada tanggal 15 Februari 2013.


IMAJERI GENERASI MUDA INDONESIA

             Generasi muda adalah generasi pemilik masa depan. Ketika kita berbicara mengenai generasi muda, maka yang akan muncul dalam benak kita adalah gambaran mengenai sosok yang beridealisme tinggi, aktor sebagai  agen of change, dan juga tentang generasi muda yang memiliki semangat tinggi dalam membawa perubahan bagi negara.  Generasi muda atau yang biasa kita sebut sebagai pemuda sudah mulai menunjukkan eksistensinya yang dimulai pada bulan Mei tahun 1908. Pada tahun tersebut seorang pemuda yang bernama Sutomo beserta dengan kawan-kawannya yang merasa tergugah hatinya dengan keadaan yang menimpa masyarakat Indonesia atau khususnya masyarakat Jawa, membentuk sebuah organisasi pemuda yang bernama Budi Utomo. Organisasi inilah yang pada akhirnya menjadi sebuah tonggak sejarah bagi perkembangan pergerakan nasional di Indonesia.  
              Semangat dan juga idealisme yang tinggi demi memperjuangkan nasib rakyat Indonesia yang rindu akan kemerdekaan dari imperialisme bangsa asing, membuat Sutomo dan rekan-rekannya tidak tinggal diam. Dengan mendirikan sebuah organisasi pemuda, menunjukkan bahwa sekelumit pemuda ini berani untuk terjun dan ikut campur dalam dunia politik yang pada saat itu sedang dikuasai oleh politik kolonial Belanda. 
Dengan selintas sejarah mengenai bagaimana para pemuda berjuang dalam dunia perpolitikan demi menentang politik kolonial Belanda, bukankah sudah menjadi sebuah tanda bahwa sebenarnya politik di negeri ini membutuhkan campur tangan para pemuda?
              Sementara itu, kebebasan berpendapat diatur dalam pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 (http://id.wikisource.org, 29 Maret 2013:09.39). Kemerdekaan berpendapat yang sudah diatur dalam UUD 1945 tersebut juga sejalan dengan Pasal 19 Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia yang berbunyi : "Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat, dalam hak ini termasuk kebebasan mempunyai pendapat dengan tidak mendapat gangguan dan untuk mencari, menerima, dan menyampaikan keterangan dan pendapat dengan cara apa pun juga dan dengan tidak memandang batas-batas" (http://hukumonline.com, 29 Maret 2013:09.41).
            Dengan selintas sejarah tentang bagaimana kiprah para pemuda dalam perpolitikan Indonesia, serta dengan adanya jaminan hukum mengenai kebebasan berpendapat seperti yang terdapat dalam UUD 1945 dan juga Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia, tentu menjadi sebuah jawaban yang cukup bahwa siapa saja, tidak terkecuali para generasi muda berhak untuk tidak hanya bicara, bahkan melakukan sebuah aksi dalam segala bidang apalagi dalam politik. Hal ini memiliki relevansi apabila dihubungkan dengan pernyataan dari Andrik Purwasito dalam bukunya yang berjudul Pengantar Studi Politik (2011) bahwa pelaku politik adalah warga negara dalam suatu wilayah yuridiksi nasional dan setiap warga negara mempunyai hak serta kewajiban dalam politik. Lebih dari itu, misalnya saja ada seorang anak kecil yang sudah mengerti tentang politik itu seperti apa, maka tidak ada larangan baginya untuk berbicara mengenai hal itu. Dia berhak untuk menyampaikan pendapatnya ataupun aspirasinya walaupun dia hanyalah seorang anak yang masih berusia 5 tahun.
            Di samping itu, para pejabat pemerintah yang duduk di kursi pemerintahan, misalnya saja seorang presiden. Dalam pasal 1 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI/MPR/1999 Tentang Tata Cara Pencalonan Dan Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia (http://tatanusa.co.id, 27 Maret 2013:20.24) disebutkan bahwa persyaratan seseorang yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden harus sudah berusia 40 tahun. Kalau dari persyaratan calon presidennya saja sudah seperti itu, maka tentunya kita bisa melihat bahwa para pejabat yang duduk di kursi pemerintahan bukanlah seseorang yang muda lagi. Mereka adalah para generasi tua yang tugasnya adalah membuat keputusan, kebijakan, dan menciptakan suatu tatanan sosial dalam masyarakat. Dari hal inilah, jika dipikir secara logika, kalau yang membuat kebijakan ataupun keputusan adalah para generasi tua, siapakah yang akan menentang jika ada kesalahan dalam kebijakan tersebut? Siapakah yang akan membenarkan jika ada yang perlu dibenarkan di dalamnya? Siapakah yang akan menilai bagaimana kinerja pemerintah dalam merumuskan kebijakan? Siapakah yang akan melakukan semua itu kalau bukan kita para generasi muda. Bahkan dalam pidatonya saja, Faisal Bashri (Sabtu, 23 Maret 2013: 15.25) mengatakan bahwa jangan mau diperintah sama yang tua-tua yang tidak mau berpikir lagi.
            Dengan demikian, ketika kita berbicara mengenai apakah generasi muda boleh berbicara mengenai politik, tentu saja jawabannya adalah boleh. Tidak hanya karena catatan sejarah yang menjelaskan bagaimana kiprah pemuda ataupun karena adanya kebebasan berpendapat yang sudah ada jaminan hukumnya, tetapi yang paling penting dari semua ini adalah tentang bagaimana peran dari generasi muda itu sendiri. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa generasi muda adalah generasi pemilik masa depan. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa sekaligus generasi penentu yang akan menentukan akan dibawa kemana negeri ini. Apakah negeri ini akan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, apakah akan mengalami kondisi yang sama seperti sebelumnya, atau apakah justru lebih buruk dari sebelumnya, semua jawabannya tergantung dari para pemuda.   
            Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, para pemuda tentu membutuhkan sebuah alat untuk menjawabnya. Dan alat yang mereka butuhkan saat ini adalah dengan menggunakan politik. Karena menurut Peter Merkl (2010), politik dalam bentuk yang paling baik adalah usaha mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan (politics, as its best is a noble quest for a good order and justice). Jadi bisa dikatakan bahwa siapapun yang menginginkan sebuah tatanan sosial yang baik dan berkeadilan haruslah melalui politik. Hal ini semakin menegaskan bahwa politik merupakan alat perjuangan bagi siapa saja yang ingin membawa perubahan bagi negara ini.    
Akan tetapi kalau kita mengingat tentang bagaimana realitas dari politik sekarang ini, peran penting dari politik tidak diimbangi dengan citra yang sudah terlanjur terbentuk di dalam masyarakat mengenai politik itu sendiri. Sebagian besar orang menganggap bahwa politik itu kotor, politik itu cenderung korup, politik itu tempatnya para koruptor, dan lain sebagainya. Bahkan Peter Merkl (2010) juga merumuskan bahwa politik dalam bentuk yang paling buruk, adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan kekayaan untuk kepentingan sendiri (politics at its worst is a selfishgrab for power, glory and riches).
Oleh karena itu, dengan berbagai masalah yang ada dalam dunia perpolitikan Indonesia, generasi muda sekarang memang dituntut untuk berpikir kritis. Karena jika para pemuda sekarang hanyalah menjadi seorang yang pasif, maka itu akan menjadi sebuah “angin segar” bagi para “orang tua” yang memiliki kedudukan atau kekuasaan, untuk semakin mudah dalam menyelewengkan atributnya tersebut demi mememenuhi kepentingannya sendiri. Dan juga, ketika para pemuda bisa berpikir secara kritis, maka mereka akan mampu menjadi pengendali atau controller bagi kinerja pemerintah, di samping hukum sebagai pengendalinya.
Para pemuda tidak perlu khawatir tentang apakah aspirasi mereka bisa didengar atau tidak. Karena banyak sekali wadah yang mampu menampung aspirasi ataupun pendapat-pendapat mereka tersebut. Mereka bisa berbicara ataupun menulis melalui berbagai media, baik itu media cetak maupun elektronik. Dan sebenarnya tidak hanya melalui media saja, tetapi mereka juga bisa melakukannya melalui sebuah aksi, seperti dengan aksi demonstrasi.
            Dengan menjadi pengendali pemerintah baik melalui lisan, tulisan, ataupun dengan melakukan sebuah aksi, itulah sebagai salah satu bukti pengabdian serta kecintaan para pemuda terhadap tanah air. Karena dengan cinta, maka kita peduli. Seperti yang terjadi pada tahun 1998. Di mana pada tahun tersebut, dengan segala kepeduliannya terhadap nasib negeri ini, membuat para pemuda mampu menaklukkan 32 tahun kepemerintahan Soeharto. Para mahasiswa dari berbagai universitas berbondong-bondong memenuhi gedung DPR untuk meneriakkan aspirasi mereka, dan bahkan tidak tanggung-tanggung, mereka sampai berani menduduki gedung DPR selama 6 jam yang akhirnya mengantarkan Soeharto untuk melepaskan jabatannya sebagai seorang presiden.
          Tentu hal ini menjadi sebuah pelajaran tersendiri bagi generasi muda bahwa sekarang bukanlah saatnya bagi mereka untuk sekedar menjadi penonton ataupun pengagum dari apa yang telah terjadi. Para pemuda bukanlah sebuah boneka yang hanya bisa dipermainkan dan dibodohi oleh mereka yang ahli berpolitik. Tapi sekarang adalah saatnya bagi mereka, untuk menunjukkan bahwa sudah waktunya bagi yang muda yang bicara. Kita bicara karena kita cinta. Dan kita beraksi karena kita peduli.



Puisi Untuk Sahabat
By: Arina Rohmatul H.

Kubisa melihat
senyuman,tawa, serta canda darimu
dan ku bisa melihat
sedih,duka, serta tangis yang kau rasakan

Bersamamu kubisa merasakan tawa bahagia
Denganmu aku tidak pernah
kehilangan canda
karena lelucon serta tingkah lakumu
Dan dari dirimu pula
bersama-sama kita rasakan
kepedihan, duka, serta tangis
karena kesalahan yang kita perbuat

Semua yang kulihat dan kurasa
itu adalah dulu
sangat dulu
Telah lama
aku tidak bisa merasakan
yang seperti itu denganmu

Namun sekarang telah berbeda
Waktu dan juga takdir telah merubah semuanya
Apa yang kulihat dan kurasa
tak akan pernah terulang untuk kedua, ketiga kali, dan bahkan seterusnya

Mungkin aku terlalu berharap untuk kamu
bisa kembali lagi
Mungkin juga angan-anganku terlalu tinggi
untuk bisa mengulang kembali
masa-masa dimana
aku dan kamu bersama

aku tahu
terlalu bodoh memang
untuk mengharapkan kembali
kehadiran sosok yang sudah berada
di tempat abadinya
Namun ketahuilah
bahwa dengan harapan serta angan itulah
aku bisa mengenangmu

Kuputar kembali
ke'ada'anku antara aku dan kamu
Kuingat kembali
wajah serta tingkah konyol
yang kau perlihatkan
Bahkan kusebut-sebut lagi
panggilan yang kau lontarkan kepadaku

Bukankah itu terlalu indah untuk dilupakan?
Bukankah itu terlalu manis untuk dikenangkan?
Dan tidak salah kan bila aku
Megenang dan mengingat kembali semuanya?

Hai Teman seperjuangan
mungkin kau tak akan pernah tahu
apa yang kutulis dan kuungkap ini
Tapi biarlah
Biarlah dengan tulisan ini
semua orang tahu
betapa berharganya dirimu bagi kami
teman serta sahabat
yang pernah kau bahagiakan selama ini

Meski fisikmu tidak menemani
Wajahmu tidaklah nampak
Serta jasadmu tak ada di sisi
Namun aku yakin
apa yang kurasakan ini
akan disampaikan oleh Tuhan kepadamu
melalui setiap do'a
yang kuhaturkan kepada-Nya
di setiap sujud dan sholatku

Memang
kau pergi terlalu cepat
tanpa berucap apapun kepada kami
Tapi sepertinya
itulah yang terbaik
Mungkin kamu justru merasa lebih bahagia disana
Mungkin kamu lebih bisa tertawa disana
Atau mungkin kamu bisa mendapatkan teman yang lebih banyak disana

Hai teman seperjuangan
tulisanku harus berhenti disini
tak banyak pesan yang kuberikan padamu
aku hanya ingin
Berbahagialah disana teman
Rengkuhlah cinta yang sesungguhnya disana
Tenanglah
Ada kami disini
yang selalu mendo'akan,mengenang
dan tak akan pernah melupakanmu sampai kapanpun
Dan ketahuilah teman
Kamu adalah sahabat terbaik
yang pernah ada bagi kami


Cinta Hanya Sebuah Asa

Terakhir kali aku melihatmu
Itu hanya sedetik bagiku
Sedetik yang penuh akan makna
Rasa terima kasihku pada-Nya
Yang telah mempertemukanku denganmu
                        Waktu itu
                        Kau membuatkanku puisi-puisi indah
Puisi yang menjadi sebuah ungkapan hati
yang hanya bisa terukir melalui kata
Aku hanya bisa tersenyum
tersenyum bahagia
membaca lukisan kata indah darimu
                        Kau mengatakan
                        terima kasih untuk semuanya
                        terima kasih untuk hadirnya rasa ini
                        dan terima kasih akan cinta yang telah kau berikan
Tapi sekarang
Semuanya sudah berubah
Waktu sudah berlalu
Dan kau sudah lupa akan semuanya
lupa akan semua yang telah kau katakan
                        Kau begitu mudah melupakan
                        Sedangkan aku begitu sulit untuk melakukannya
Kau begitu mudah untuk tidak peduli
Sedangkan aku
Tidak ada jalan bagiku untuk berlaku sama
                        Rasamu begitu mudah hilang
                        Sedangkan rasaku
                        Aku sendiri tidak pernah tahu kapan aku bisa menghilangkannya
Begitu tidak adilnya semua ini
Setiap hari
Tiada henti aku berharap
Tiada henti aku menunggu
Sementara kau
Kau tidak pernah mengerti
Bagaimana sebuah penantian itu
Terasa sangat melelahkan
                        Tidakkah kau mengerti?
Tidakkah kau sadari?
Aku seperti ini karenamu
Akankah semua rasa yang kau berikan
Hanyalah sebuah sandiwara?
Akankah semua kata yang kau tuliskan
Hanyalah sebuah dusta?
Aku mengerti
Semua itu hanyalah sementara
Aku mengerti
Aku hanya berharap pada sebuah ketidakpastian
Dan aku mengerti
Semuanya tidaklah sama
Sekarang
Aku hanya berusaha
Menata kembali jalanku
Jalan tanpa kehadiranmu di sisi
Aku tidak ingin hanya sebatas ini
Dan aku tidak ingin selemah ini
                        Berbahagialah dengan hidupmu
                        Walau disini aku tanpamu
                        Aku akan tetap bertahan
                        Dan aku akan tetap yakin masa depan itu masih ada



Cinta tidak Pernah Salah
“Kupersembahkan Puisi ini bagimu paman, puisi ini kutulis sebagai ungkapan dari bibi yang selalu merindukanmu dan mencintaimu sampai kapanpun
Selamat jalan paman
Semoga kebahagiaan selalu ada untukmu”

Cintaku
Apa kabarmu disana?
Apa kamu baik-baik saja?                                          
Aku merindukanmu
Sangat merindukanmu
Tidak ada yang menemaniku disini
Kecuali hanya kenangan
Kenangan tentang kita,
Tentang anak-anak kita,
Tentang keluarga kecil kita
Semuanya telah kubingkai menjadi satu
Dalam sebuah ikatan bahagia
Cintaku
Aku merasa
Aku tidak bisa hidup seperti ini
Hidup dengan penuh kehampaan
Begitu kosong, sepi, yang ada hanyalah air mata
Cintaku
Aku harus bagaimana?
Akankah aku bisa menjalani
semua ini tanpamu?
Akankah aku akan menjadi wanita yang kuat tanpamu?
Ataukah aku akan menjadi wanita yang rapuh
rapuh dan tidak bisa bangkit lagi?
Dan akankah aku harus berlari
berlari untuk menjemputmu kembali?
Cintaku
Sekarang aku tidak bisa melihatmu lagi
Tidak bisa melihat wajahmu yang selalu tersenyum
disaat senyuman adalah surga bagiku
                                    Berharap setiap malam aku bermimpi
Dan bertemu denganmu walau hanya sebentar
Disini
Aku hanya bisa merasakan kehadiranmu
Walau hanya sekedar rasa
Rasa yang sampai kapanpun tidak akan hilang
Aku mencintaimu
Sangat mencintaimu
Dan tidak ada yang lain selain kamu
Tenanglah disana
Kodo’akan yang terbaik untukmu
Kudo’akan kebahagiaan selalu ada padamu
Tidak akan lelah aku katakan
Aku mencintaimu
Sangat mencintaimu
Karena cintaku padamu
Tidak terbatas hanya disaat kau ada
Tidak terbatas pada ruang dan waktu yang ada
Cintaku sampai kapanpun
Walau kau telah tiada
Hatiku tetap milikmu
Tuhan
Sampaikan salamku kepadanya
Sampaikan kalau aku merindukannya
Sampaikan kalau aku mencintainya

Selamat tinggal
Selamat jalan
Rengkuhlah cinta yang sesungguhnya disana
Cintaku padamu tidak pernah salah
Semuanya benar
Dan hanya aku yang bisa merasakannya.

Template by:

Free Blog Templates